Selasa, 22 April 2014

Terik Mentari

Akhir-akhir ini panas begitu terik hingga membakar kulit..
Awan banyak sekali terlihat namun tak membuatnya lebih teduh..
Pepohonan seakan terlihat sedikit dan tak memberikan pengaruh banyak pada terik yang aku rasakan..
Hanya saat sedang melaju dengan kendaraan itu membuatnya sedikit lebih sejuk walau biasanya angin saat perjalanan itu tak enak, namun kini bagaikan angin sepoi-sepoi yang mengalihkan panasnya terik mentari..

Minggu, 20 April 2014

Malas

             ~Musuh Paling Berbahaya dalam Hidup !! Rasa Malas~
Ya kalau setiap hari malas terus yg diistimewakan, mu ngapain kita? yg bisa cuma tidur~
Apabila malas sudah memenuhi pikiran kita, ada sebuah rasa semangat pun akan cepat lenyap~ tertelan malas..
Semangat ! Hanya semangat yang bisa mengalahkan rasa malas..
Itu pun bila kita tak melirik lagi kebelakang..
Tak mengindahkan kembali rasa itu..
Menepis setiap godaan daripadanya..

Cerpen

_Teman_

Suasana pagi yang cerah  untuk memulai sebuah aktivitas, ku gerakkan badanku untuk bangun dari tempat tidur, walau mataku masih terasa berat. Ku buka jendela kamarku untuk merasakan sejuknya udara pagi hari.

Hari ini adalah hari minggu, ya di mana aku bisa menyegarkan pikiranku yang penat dari padatnya aktivitasku akhir-akhir ini .Sebenarnya hari ini aku ingin diam saja di rumah untuk beristirahat, sebelum rencanaku gagal gara-gara kemarin aku sudah janji pada teman-temanku untuk pergi bermain, apa boleh buat.

Aktifitas pagi inipun kubuka dengan wajah cukup lesu dan sedikit senang, lesu karena aku tak bisa menghabiskan hari libur ini untuk istirahat, tapi aku juga senang karena hari ini aku dapat membuang semua kepenatanku dengan bermain bersama teman-temanku. Dengan sedikit rasa malas kupaksakan diriku untuk pergi mandi dan sarapan pagi.

Setelah semua kegiatan rumahku beres, sebelum pergi aku telepon dulu Dewi,
“Halo Assalamu’alaikum, Wi jadi kan sekarang kumpul di rumah kamu ?“ kataku saat telpon tersambung.
”Wa’alaikumsalam, iya jadi, cepetan ke sini udah ada Meilia sama Anita di sini “ jawab Dewi.
“Iya tunggu bentar, aku on the way nih“ jawabku sedikit berbohong.
”Siip cepetan ya !!”.
“Iya, udah dulu ya, Assalamu’alaikum” kataku akhirnya,
“Wa’alaikumsalam”.

Setelah kupastikan rencana mainnya jadi,  aku langkahkan kakiku untuk pergi menuju rumah Dewi. Sesampainya di sana, ternyata benar sudah ada dua temanku yang lain, Meilia dan Anita .
Rencananya hari ini kami akan main ke rumah Iko di sempur, kami berangkat dengan wajah sumringah, karena rencananya hari ini kami akan masak ikan yang diambil dari kolam di depan rumah Iko dan makan bersama.  Tapi sayang rencananya batal.
“Ko, kenapa gak jadi masak ikannya ?” tanyaku pada Iko,
“Gak ada yang mancingnya Ya, Ayahku gak ada di rumah” kata iko.
”Kan bisa sama kita mancingnya Ko !” kata Anita.
“Aku bisa mancing kok” ujar Dewi semangat.
” Iya sih ,tapi masalahnya mau mancing pake apa ? Aku gak tau alat pancingannya di mana, ayahku kan gak ada” jawab Iko,
”Oh, ya sudahlah gak apa-apa kalau gak masak ikan, kan masih bisa masak yang lain” kataku akhirnya.
“Iya ,bener tuh, kita masak tahu cincang pake telur aja gimana ?” usul Iko
“Siip, yuk kita masak sekarang !” balas Dewi dan Anita kompak.
 Akhirnya menu ikan goreng kita ganti dengan tahu cincang pakai telur yang bahannya rame-rame kami beli di pasar. Selesai masak, kami lalu makan sama-sama di Gasibu depan rumah Iko.

Entah kapan datangnya, tiba-tiba Rizky sudah ada di rumah Iko,tanpa basa basi dia ikut melahap hidangan yang tersedia. Setelah selesai makan dia mengajak kami untuk main ke tempat terapi ikan, dia bilang sih tempatnya deket rumah dia. Kami setuju dengan usulan Rizky karena memang belum ada rencana kita mau jalan-jalan ke mana.

Tempat terapi ikan yang katanya deket itu, ternyata jauh banget. Rasanya sudah jauh kita jalan, ditambah hujan pula, tapi kita belum sampai juga di tempat terapi ikan itu. Rizky usul untuk melewati jalan pintas, eh ternyata waktu kita ikutin dia, jalan pintasnya itu harus lewat selokan besar dan menyusuri pematang sawah yang cukup luas !!. hujan makin deras ditambah bunyi petir membuat kami takut.
Akhirnya aku tanya Rizky, ”Ky, ngapain lewat jalan sini sih ? inikan sawah, gimana kalau kita tersambar petir coba ?” kataku bernada kesal.
“Gak akan kena petir, tenang aja, bentar lagi juga nyampe kok, jalan sini tuh lebih deket” jawab Rizky.
”Deket dari mana ?, takut kesamber pe…… “ sebelum Anita beres melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba saja aku jatuh, spontan saja seperti ada sesuatu yang mendorong badanaku, ternyata bukan cuma aku, Dewi juga ikut jatuh dan menindih badanku. Seperti latah, teman-temanku yang lain juga ikut terjatuh, tercebur semua ke dalam kubangan lumpur sawah, kecuali Rizky. Lengkap sudah penderitaan kami, kaki pegal karena jalan kaki cukup jauh, baju basah karena hujan-hujanan dan akhirnya badan penuh lumpur ditambah sakit karena jatuh ke sawah, aku lebih parah, karerna tertindih badan Dewi.

Suasana menjadi kacau balau, kami jadi panik dan merasa takut, untung belum sampai depresi. Kami semua nangis karena takut, sementara hujan belum juga reda. Salah satu teman kami berteriak-teriak karena telinganya merasa tertutup sesuatu sehingga pendengarannya terganggu, ada juga yang teriak-teriak bilang gak percaya sama kejadian yang dialami,
“Ini tuh mimpi bukan sih ??... kalau mimpi tolong bangunin aku !”.
“Ha..Ha..Ha…” spontan kami semua tertawa jadinya.
Hari ini sungguh penuh kejadian yang menegangkan sekaligus lucu, dan kami semakin erat bersahabat dengan saling menolong satu sama lain.
“hidup itu emang indah ya”.
Pelajaran yang kudapat dari kejadian hari ini adalah sesama teman itu emang harus saling tolong-menolong. Berteman itu sungguh indah .

Sabtu, 19 April 2014

Contoh Naskah Drama Negosiasi

Naskah Drama
Negosiasi dalam perdagangan (Jual Beli)

Suasana pasar khusu penjual berbagai macam pakaian. Tiga orang siswa sebuah SMU, satu orang laki2 dan 2 orang perempuan memasuki pasar itu dengan keperluan membeli pakaian untuk keperluan seragam yang akan dipakai dalam pentas seni bulan depan.

Ina :"Kenapa sih kita harus ke pasar seperti ini? Ngga nyaman banget deh desek2an kayak gini"
Tuti :"Iya nih si Ryan ada2 aja, dia bilang sih di sini bajunya murah2, apalagi kalau beli dalam jumlah banyak"
Ryan :"udah kalian tenang aja, yang penting kita bisa dapat baju seragam yang bagus dengan harga miring"

Mereka tiba di sebuah toko pakaian jadi yang kebetulan sedang sepi pengunjung. Toko ini dijaga oleh sepasang suami istri, dengan ramah mereka mempersilahkan anak2 sekolah itu masuk dan menanyakan keperluan mereka.

A (penjual laki2) : silahkan masuk anak2, ada yang bisa kami bantu?"
B (perempuan) : "masuk aja nak, silahkan liat2 dulu, di sini banyak tersedia pakaian berbagai jenis, harganya pasti terjangkau" penuh semangat si ibu menawarkan barang dagangannya.
Ryan :" BEgini bu, kita perlu pakaian dari bahan kaos, dengan warna yang sama, dan jumlahnya 20 potong, kira2 ibu punya ga?"
B :" untuk keperluan seragam nak?"
Tuti :" Iya bu, tapi kami ingin pakaian yang motif polos dan satu warna"
B :"Pak, coba tolong ambilkan sample kaos hem yang ada di atas itu" kata si ibu meminta tolong pada suaminya.
A :"Kira-kira yang model begini kalian suka ngga anak2 ?" Kata si Bapak sambil memperlihatkan model kaos berkerah berwarna putih dan warna biru
Ryan mengambil pakaian yang ditawarkan si bapak penjual dan menanyakan pada kedua temannya,
Ryan :"Bagaimana teman2, apakah pakaian ini cocok untuk dijadikan seragam pentas seni sekolah kita nantui?, aku pikir sih lumayan bagus, sederhana tapi cukup modis untuk seusia kita, bagaimana?"
Ani :"Bagus juga sih Ryan, tapi masa sih polos gitu? apa ngga sebaiknya pakai yang bermotif atau bergambar?"
Tuti :"Bagus tuh, cuma harganya mahal ga? Budget kita kan pas-pasan Ryan"
Ryan:"Kalau soal motif kita bisa minta tolong si Rudi untuk sablon kaos ini dengan nama kelas dan moto kelas kita, dia kan punya percetakan di rumahnya, kalau soal harga, silahkan bagian ibu-ibu menawar nya...hehehe...."
Tuti dan Ani :"Huuuu...giliran nawar angkat tangan deh, dasar cowok"
B:"Gimana anak-anak, kalian suka dengan moidelnya?"
Tuti :"kami pikir ini cocok untuk seragam kami nanti bu, soal harganya gimana bu?" Tanya tuti padan si ibu penjual.
A:" kalau kalian membeli dalam jumlah banyak, kita kasih potongan harga deh, bukan begitu bu?"
B: "Betul nak, harga satuan untuk kaos ini kan  100,000 rupiah,  karena kalian belinya 20 potong,  ibiu kasih potongan 15%. Jadi untuk 20 potong kaos ini harga totalnya 1.700.000 rupiah, bagaimana?"
Ani: "Apakah masih bisa kurang bu?, budget kami kan tidak banyak, maklum kami masih anak sekolah, inipun kami sisihkan dari uang jajan kami masing-masing bu."
Tuti :"Iya bu, soalnya kebutuhan kami bukan hanya baju ini, belum aksesoris yang lainnya, kurangin lagi ya bu.."
Ryan :"Ini aja kaosnya masih harus kami sablon bu, dan kami masih perlu dana untuk sablonnya...hehehe...sela Ryan sambil cengengesan.
Tuti :"Kami tawar potongannya 30 % bisa kan bu ?"
Ani:"Kami promosikan deh toko ibu untuk teman2 kami di kelas lain supaya belanja ke sini untuk seragam pentasnya." Penuh semangat dan rayuan ani memelas pada si ibu penjual.

Ibu penjual tampak berunding dengan si bapak penjual,
B: "Bagaimana pak?, anak2 menawar potongan 30% untuk 20 potong kaosnya"
A: "Kalau 30 % keuntungan kita cuma 5% dong bu dari harga beli"
B :"Iya sih, tapi mereka janji tuh mau menawarkan pada temen2 mereka yang lain untuk belanja ke toko kita juga, kan lumayan pak untuk omset kita"
A: "Ya sudah, kita kasih potongan 25 % aja untuk mereka, di toko lain belum tentu mereka dapat diskon sebesar ini."

Ani : " Bagaimana bu, di kasih kan potongan 30 % nya?"
B: "Begini anak2, ibu terus terang aja, kalau 30 % selisih keuntungannya sangat kecil buat kita. Sudah kita kasih 25 % deh untuk anak2 yang manis ini, hitung2 jadi langganan nanti, ibu jamin di toko lain kalian tidak akan dapat potongan sebesar ini" si ibu semangat menjelaskan pada anak2.

Tuti, Ani dan Ryan berembuk dan akhirnya mereka sepakat untuk membeli baju tersebut.
Tuti :"Baiklah bu, pakaian ini jadi kami beli 20 potong, masing-masing 10 potong warna putih dan 10 potong warna biru.
Ani mengeluarkan uang dari dalam tasnya dan menyerahkan uang tersebut kepada si Ibu penjual.
Ani :"Ini Uangnya bu, silahkan dihitung kembali, jumlahnya 1.500.000 rupiah, dan kami terima barangnya.
Si Ibu penjual menghitung kembali uang yang diberikan oleh Ani.
B :"Uangnya Ibu terima ya Nak, semoga barangnya bermanfaat dan kalian kembali berbelanja di toko kami, terimakasih ya anak-anak"
Ryan,Tuti,Ani :"sama-sama bu, pak, semoga tambah laris jualannya, mari bu-pak kami permisi dulu"
A,B :" Iya Nak, hati-hati di jalan, kami tunggu berbelanja ke tempat kami lagi ya.

Anak2 SMU itupun berlalu meninggalkan toko pakaian tersebut dengan hati puas karena berhasil bernegosiasi dan mendapatkan barang sesuai keperluan dan harga yang terjangkau.

-Selesai-

Jumat, 18 April 2014

Pendahuluan

Bismillahirrahmanirrahim..

Menjadi seorang penulis sebenarnya bisa dikatakan bukan meupakan sebuah cita-cita, tapi lebih kepada menyalurkan hobby, menyalurkan aspirasi, inspirasi ataupun bisa hanya sekedar curhat untuk mengisi waktu luang namun bisa memberikan manfaat.
Dalam menulis, tentu saja saya masih punya banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Karena saya pun masih dalam proses belajar, jadi mohon maaf bila tulisan saya jauh dari kata "Sempurna". Untuk itu, saat saya menulis, saya berusaha untuk terus belajar agar tulisan yang saya buat bisa menarik, serta bisa lebih edukatif, tanpa kesan menggurui tentunya.
Nah saya Alya Dewi Rachmawati, saya bersekolah di SMA Negeri 1 Purwakarta, dan saya membuat blog ini untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia dimana Bapak Rusyidi Rasyid sebagai guru mata pelajaran tersebut.

Semoga blog ini bisa bermanfaat untuk siapa pun ^_^